PENTINGNYA GURU MEMAHAMI MODEL PEMBELAJARAN DALAM MENGAJAR

Model Pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang dan sesudah  pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung, dalam proses belajar mengajar. 

Model mengajar dapat diartikan sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum, mengatur materi peserta didik, dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelas dalam setting pengajaran atau setting lainnya.

Ada berbagai macam model pembelajaran yang menarik untuk dibahas. Penerapan satu maupun lebih macam-macam model pembelajaran ini, akan membuat transfer ilmu dapat lebih efektif dan efisien. Selain itu, mempraktikkan macam-macam model pembelajaran yang bervariasi, bisa mengurangi kebosanan peserta didik. Untuk mengulas lebih jauh mengenai macam-macam model pembelajaran, berikut ini pembahasan tentang macam-macam model pembelajaran yang bisa diterapkan di sekolah.

  • Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)

Model pengajaran berdasar masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa memproses informasi yang sudah ada dalam benaknya, dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial serta sekitarnya.


  • Model Pembelajaran Index Card Match (Mencari Pasangan)

Selanjutnya, model pembelajaran ini juga penting dipahami. Model pembelajaran Index Card Match (mencari pasangan) adalah model pembelajaran yang cukup menyenangkan. Bahkan,model ini sering digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya.


Materi baru pun juga masih bisa diajarkan. Tapi dengan catatan, peserta didik diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih dahulu sehingga peserta didik saat masuk ruangan kelas telah memiliki bekal pengetahuan.


Jika menggunakan model pembelajaran Index Card Macth, peserta didik bisa belajar aktif serta memiliki jiwa yang mandiri. Kendati dilakukan dengan cara bermain, model pembelajaran Index Card Macth dipercaya ampuh untuk merangsang peserta didik dalam melakukan aktivitas belajar secara bertanggung jawab serta disiplin. Hingga pada akhirnya, tujuan pembelajaran dapat dengan mudah tercapai dan berdampak pada prestasi belajar yang makin meningkat.


  • Model Pembelajaran Kontekstual

Selanjutnya, model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) atau CTL adalah salah satu konsep macam-macam model pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan siswa secara nyata. Hingga pada akhirnya, para siswa mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari.


Kemudian, bisa dikatakan juga jika CTL merupakan salah satu konsep pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh agar dapat menemukan materi yang dipelajari, serta mampu menghubungkannya dengan situasi di kehidupan nyata.


CTL juga merupakan sebuah proses pendidikan yang memiliki tujuan untuk membantu siswa melihat makna maupun arti dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari, tentunya dengan cara menghubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari, yaitu menggunakan konteks lingkungan pribadi, sosial, serta budaya yang dianutnya. Contoh mempelajari tentang Sejarah Sunan Kudus (Syaikh Ja’far Shodiq) dalam menyebarkan Islam, “Toleransi Umat Islam terhadap agama lain”, Beliau berpesan kepada para santri dan sahabatnya bahwa kita jangan menyembelih Sapi karena dapat menyinggung perasaan umat tertentu, karena hewan sapi adalah hewan yang disucikan, ternyata toleransi ini sudah dilakukan oleh para auliya dan tokoh-tokoh zaman dahulu.


  • Model Pembelajaran Kooperatif

Selanjutnya, salah satu macam-macam model pembelajaran ini juga tidak kalah penting dipahami. Model pembelajaran kooperatif dalam pengertian bahasa asing adalah cooperative learning. Sebenarnya jika dilihat secara hakikatnya, metode pembelajaran kooperatif adalah sebuah metode atau strategi pembelajaran gotong-royong yang konsepnya hampir tidak jauh beda dengan metode pembelajaran kelompok.


Salah satu yang pembeda model pembelajaran kooperatif dengan metode pembelajaran kelompok, ada pada unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakan dengan pembelajaran kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prinsip dasar pokok sistem yang dilakukan dalam model pembelajaran kooperatif dengan benar, maka sangat memungkinkan guru dapat dengan mudah mengelola kelas agar lebih efektif. Dalam model pembelajaran kooperatif, sebenarnya proses pembelajaran tidak harus belajar dari guru kepada siswa.



Dengan memahami macam-macam model pembelajaran di atas, setidaknya akan meningkatkan efektivitas proses transfer ilmu yang kerap kali mengalami masalah karena kemampuan peserta didik yang tidak semuanya sama.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran : Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi

R. A. Kartini : Pelopor Emansipasi Wanita

Peresmian Menara Al-Musthofa Universitas Alma Ata Yogyakarta